Jakarta, Journalreportase — The Pokémon Company resmi menggandeng penyanyi dangdut Happy Asmara sebagai ikon kolaborasi terbaru mereka di Indonesia. Keputusan ini disampaikan oleh Corporate Officer Susumu Fukunaga dalam wawancara di MGP Space, SCBD, Jakarta, Selasa (19/5).
Fukunaga menjelaskan, kolaborasi ini sejak awal dirancang untuk menggabungkan Pokémon dengan musik dangdut yang dinilai sebagai “soul music” Indonesia. Menurutnya, Happy Asmara dipilih karena merupakan salah satu representasi kuat dari genre tersebut.
Selain pemilihan artis, lagu “Kopi Dangdut” juga menjadi bagian penting dalam kolaborasi ini. Lagu tersebut dipilih karena memiliki popularitas lintas negara, termasuk di Jepang dengan judul “Kopi Rumba”, serta memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Indonesia.
“Untuk tema anime yang penuh petualangan dan keseruan, dangdut dinilai memiliki nuansa yang sesuai,” ujar Fukunaga.
Ia mengungkapkan, proses pengembangan kolaborasi ini memakan waktu sekitar enam bulan sejak tahap perencanaan hingga produksi. Salah satu tantangan utama dalam proyek ini adalah menyesuaikan karakter ikonik Pokémon dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Dalam konsep video musik yang dihasilkan, Pokémon—khususnya Pikachu—ditampilkan sebagai bagian dari aktivitas harian, seperti berkumpul dan bersantai bersama. Pendekatan ini bertujuan untuk memperkuat kedekatan karakter dengan penonton lokal.
Fokus pada Pikachu, lanjut Fukunaga, didasarkan pada tingkat popularitasnya yang paling tinggi dibanding karakter Pokémon lainnya. Selain itu, konsep kreatif juga disesuaikan dengan permainan kata “Hapika”, sehingga penggunaan satu karakter dinilai lebih efektif menjaga fokus pesan.
Melalui kolaborasi ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan kedekatan masyarakat Indonesia dengan Pokémon sekaligus memperluas pemahaman lintas budaya. Ke depan, pihaknya akan mengevaluasi respons publik sebelum memutuskan langkah kolaborasi selanjutnya.
Terkait kemungkinan menggandeng artis lain, Fukunaga menyatakan belum ada rencana konkret. “Kami akan melihat respons dari kolaborasi ini terlebih dahulu sebelum menentukan langkah berikutnya,” ujarnya.(red)
