JournalReportase-Lumajang, Setelah beberapa hari dikabarkan hilang, akhirnya, Polisi berhasil membawa M Alwi Candara pulang dari Surabaya dikembalikan ke orang tuanya, di Lumajang Jawa Timur, Minggu (06/1/19)
Bocah (12) yang masih duduk dibangku SD sempat menghilang dari rumahnya sejak 31 Desember 2018. Oleh orangtuanya ditunggu tunggu tak kunjung ada, akhirnya pihak keluarga melaporkan ke pihak berwajib Polsek Kunir. Menerima laporan anak hilang, polisi pun bergerak cepat, selain mencari tahu kronologis.Alwi tidak pulang ke rumahnya, salah satunya upaya Polisi dengan memasang poster dan mengumumkannya di jejaring media.sosial.
Kabar anak hilang yang merupakan warga kecamatan Kunir Kab Lumajang yang diketahui bernama Alwi mengaku pergi dari rumah karena beberapa alasan.
Menurut informasi Alwi diadopsi oleh seseorang di Surabaya, karena bapak angkatnya meninggal dan ibu angkatnya sedang sakit keras maka Alwi berusaha dikembalikan kepada orang tua kandungannya dengan cara membuat status di FACEBOOK, dikarenakan orang tua angkatnya tidak mengetahui dimana keberadaan orang tua kandung Alwi.
Alwi baru 6 bulan terakhir ini tinggal di Lumajang, Sebelumnya Alwi tinggal di Surabaya.
Kepada Polisi
Alwi meninggalkan rumah pada Senin tgl 31 Desember 2018 sekira pukul 12.00 wib, setelah pamit keluar rumah untuk main ke rumah Jito, temannya. Alwi meninggalkan rumah dengan membawa uang saku sebesar Rp. 135.000 yg didapat dari uang tabungan. Berangkat dari rumah dengan berjalan kaki menuju pasar kunir untuk mencari bentor, setelah itu diantar ke terminal Wonorejo dengan bayar bentor sebesar Rp. 60.000. Selanjutnya Alwi naik bus dengan jurusan Surabaya dengan bayar ongkos Rp. 35.000. Setelah itu Alwi tiba di terminal Bungurasih sudah sore hari, Alwi menaiki Lin bayar Rp. 7.000 dan turun di Kel. Karangpoh Kec Tandes Surabaya untuk menemui temannya. Alwi mengaku kangen dengan teman-temannya di Surabaya dan ingin bilang ke orangtuanya namun takut tidak diperbolehkan, sehingga Alwi nekat berangkat sendiri.
Setelah di tunggu beberapa lama oleh orangtuanya, Alwi tidak segera kembali dan akhirnya keluarganya lapor polisi. pihak polsek bergerak cepat dengan membuat meme anak hilang agar mendapat info seputar Alwi dan disebarluaskan melalui sosial media.
Upaya Polisi menyebarkan informasi cukup efektif. Pasalnya Sabtu (5/1/19 sekira pukul 19.00 wib, Kapolsek Kunir menerima telepon dari seorang warga Surabaya, Indri Atanti yang mengetahui keberadaan anak itu. Indri mengetahui anak itu dicari keluarganya diperoleh adanya informasi anak hilang dari temannya Dina tetangganya, dari pertemanan di akun Facebook orang Lumajang, Kemudian ditambah lagi, Indri membaca berita anak hilang itu dan melihat No. HP Kapolsek yang ada dibawa berita anak hilang tsb, Setelah itu terjalin komunikasi, dan Indri Atanti mengirimkan foto dan alamat posisi. Selanjutnya, Kapolsek menghubungi keluarga untuk memastikan kebenaran foto tsb adalah M. Alwi Candra si ANAK yg hilang dan dibenarkan oleh keduanya. Setelah dilakukan koordinas Minggu (06/1/19), sekira pukul 01.00 wib, keluarga dengan didampingi Kanit Reskrim Kunir, Bripda Dimas.Ega OktaviaA anggota Sat Reskrim Res Lumajang dan Serda Haryo, BABINSA, meluncur ke alamat yang diinformasikan itu.
Sampai di Jalan Raya Tubanan Indah I Kel. Karangpoh Kec Tandes Surabaya sekira pukul 04.00 wib, Polisi berhasil menemukan M. Alwi Candra sedang tidur di kursi sebuah rumah kos-kosan dalam kondisi sehat.
Hasil interogasi terhadap Indri Atanti, menerangkan bahwa dirinya mengetahui Alwi berada ditempat kos itu, Senin (31/12/18), sekira pukul 18.00 wib, sempat ditanya datang bersama siapa dijawab “sendirian”. Sebelumnya mengenal Alwi yang tinggal ditempat kos tersebut bersama orang tua angkat yang mengambilnya sebagai anak.
Selama 6 hari di Surabaya. Alwi tidur berpindah pindah dari tempat kos temannya, termasuk dirumah Danu anaknya.
Alwi dibawa ke Kapolsek ke Polres Lumajang, selanjutnya akan diserahkan kepada Kapolres untuk dipertemukan dengan keluarganya.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, menerangkan alhamdulilah bersama masyarakat Alwi dapat ditemukan dalam kondisi sehat dan dapat kembali bertemu dengan keluarganya.
Arsal mengingatkan, Keharmonisan rumah tangga sudah sepatutnya dijaga dengan baik sehingga anak anak di dalam keluarga bisa hidup tenang.”Kita wajib menjaganya agar anak tidak menjadi imbas dari permasalahan dalam rumah tangga. Seharusnya Alwi masih dalam masa pengawasan orang tuanya. Dan masi masa dia belajar bersekolah dengan tenang. Kita sebagai orang tua harus lebih peduli dan memperhatikan kembali anak anak kita agar hal semacam ini tidak terjadi kembali dikemudian hari,”terang Arsal.
