Journal Reportase
Otonomi Daerah

Setelah Kapolres, Wakil Bupati Lumajang Berikan Hadiah Besar Jika Berhasil Tangkap Pencuri Sapi

Journal Reportase-Lumajang- Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati buka suara akan memberikan 10 kali gajinya jika berhasil menangkap pelaku pencuri sapi dan berikut aktor intelektual.

Janji Wakil Bupati rupanya tak main main. Pasalnya Indah ikut berang mendengar kabar ada beberapa kali warganya diresahkan dengan pencuri tersebut.

Sebelumnya Kapolres Arsal Sahban juga memberikan hadiah satu kali gaji Kapolres kepada siapa saja warga Lumajang yang berani menangkap pelaku kejahatan seperti pencuri sapi dan penjahat begal. Arsal mau merelakan gajinya lantaran sudah sangat geram terhadap pelaku kejahatan itu.

“Saya geram karena selama 2 bulan dirinya menjabat Kapolres di Kabupaten Lumajang beberapa kali mendengar kasus begal dan kasus pencurian sapi, hal ini mendorong dirinya untuk mengadakan sayembara. Bagi siapa saja yang dapat menangkap pelaku begal dan pelaku pencuri sapi, akan saya beri 1x gaji saya” terang Kapolres

Ide Kapolres diamin oleh Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati yang juga menjanjikan hadiah fantastis, bagi siapa saja yang berhasil menangkap maling sapi beserta aktor intelektualnya
akan diberikan uang sebesar 10 kali gaji Wakil Bupati Lumajang.
“Saya kasih gaji saya, 10 kali gaji untuk siapa saja yang bisa nangkap maling sapi,” tegas Indah
Orang nomer dua di pemerintahan Kabupaten Lumajang itu merasa tertantang dengan sayembara yang dilakukan Kapolres Lumajang, yang bersedia memberikan gaji satu bulannya untuk yang mampu menangkap pelaku begal dan pencurian hewan ternak khususnya sapi yang marak di wilayahnya.
Indah menyampaikan pemerintah akan terus berupaya serius penanganan kasus tersebut. Dikatakan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Polres Lumajang dan Kodim 0821 Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban merasa
kaget dengan hadiah yang ditawarkan Wakil Bupati Indah yang sangat besar yaitu 10x gajinya.” Tidak heran juga kalau hadiahnya segitu mengingat pelaku pencurian sapi ini bekerja secara terstruktur melibatkan 5-10 pelaku.
Hal ini merupakan wake up call atau upaya untuk menggugah masyarakat agar terbangun sikap kepeduliannya terhadap situasi lingkungan sekitar agar dapat menekan angka Kriminalitas yang terjadi, “ujarnya. Tindak pencurian hewan ternak tersebut, katanya sangat meresahkan warga, karena mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat dikarenakan ternak yang notabene dianggap sebagai tabungan bagi masyarakat daerah harus direlakan begitu saja untuk para pencuri.

Related posts

Deteksi Dini Penyakit Tidak Manular, Puskesmas Geger Gelar Vaksinasi

JournalReportase

Yonif MR 411 Kostrad Ikuti Turnamen Sepakbola di Sragen

JournalReportase

Kapolres Lumajang Himbau Tingkatkan Profesionalitas Bekerka Untuk Masyarakat

JournalReportase

Leave a Comment