Journal Reportase
Breaking News

Sampai Dengan Oktober 2018 Bareskrim Polri Menangkap Ribuan Tersangka Narkoba

Jakarta. Journal Reportase,-Penyelundupan dan pengedaran, atau bahkan sampai jatuh ke tangan pemakai sudah menjadi momok yang menakutkan.

Betapa tidak hampir seluruh wilayah Di Indonesia narkoba berbagai jenis sudah masuk. Indonesia sudah dianggap menjadi pasar yang mengiurkan buat mereka (para pengedar red).

Karena itu kerja keras aparat kepilisian tak pernah lelah terus bekerja memburu dan menghabisi para mafia jaringan narkoba untuk tidak menyebar luas. Tembak mati pun dilakukan.

Seperti yang dilakukan, Jajaran Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Setidaknya pada tahun 2018 Polri telah berhasil menangkap 4.128 orang tersangka. Dari jumlah itu, 107 orang merupakan bandar narkoba, 1.934 pengedar dan 2.085 orang merupakan penyalahguna narkoba.

Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto dalam keterangan persnya mengatakan, ribuan tersangka tersebut ditangkap dalam kurun waktu sepanjang bulan Oktober 2018.

“Jumlah kasus sebanyak 3.167. Satu tersangka ditembak mati dan tersangka warga negara asing sebanyak 5 orang,” kata Brigjen Pol Eko Daniyanto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (27/10/2018).

Untuk jumlah tersangka pada minggu keempat bulan Oktober 2018 sebanyak 27 bandar, 542 orang pengedar, 511 orang penyalahgunaan dan dua warga negara asing diamankan.

Selain itu Brigjen Pol Eko Daniyanto mengungkapkan, untuk jumlah barang bukti yang telah disita yakni 14 ton ganja, 186 kilogram sabu, 107.444 butir pil ekstasi dan 322 gram tembakau gorila.

“Ada juga 47,13 gram heroin, 198.413 butir pil PCC dan sebanyak 14,5 hektare ganja dimusnahkan,” sebut Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri .
Mantan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya menyampaikan hasil evaluasi minggu keempat bulan Oktober mengalami penurunan dari periode minggu ketiga Oktober sebesar 4,37 persen. Pada minggu ketiga sebanyak 869 kasus dan kini pada minggu keempat sebanyak 831 kasus.

“Kemudian untuk tersangkanya juga mengalami penurunan dari 1.144 orang menjadi 1.080 orang atau urun 5,59 persen,” ungkapnya.

Selain itu, untuk barang bukti ganja juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dimana pada minggu ketiga sebanyak 7,88 ton ganja diamankan sementara pada minggu keempat Oktober sebanyak 20,34 kilogram.

Penurunan jumlah barang bukti juga terjadi pada tembakau gorilla, karena pada minggu ketiga Oktober sebanyak 168,87 gram disita dan pada minggu keempat Oktober sebanyak 39,23 gram.

Namun, penurunan itu hanya berubah pada ganja dan juga tembakau gorila. Sebab, untuk narkoba jenis sabu dan ekstasi justru mengalami kenaikan. Untuk narkoba jenis sabu, mengalami kenaikan sebesar 10,46 persen. Pada minggu ketiga Oktober sebanyak 61,1 kilogram sabu diamankan. Sementara pada minggu keempat Oktober sebanyak 67,5 kilogram.

“Narkotika jenis ekstasi mengalami kenaikan dari 8.779,25 butir menjadi 94.799,37 butir atau naik 979.81 persen,” ujar Jenderal bintang satu.

Lalu, untuk peringkat kerawanan wilayah daerah, Polda Sumatera Utara masih menduduki peringkat pertama dengan 137 kasus. Disusul Polda Riau sebanyak 99 kasus dan Polda Jatim sebanyak 98 kasus.

Related posts

UPPKB Dijadikan Rest Area Bagi Pengendara Roda Dua.

JournalReportase

Kunjungan Kapolres Lumajang Lihat Kondisi Bayi Di Rumah sakit

JournalReportase

Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan Komoditas Pangan di Pontianak, 23 Ton Bawang dan Cabai di Pontianak Berhasil Diamankan

JournalReportase

Leave a Comment