Journal Reportase
NasionalNews

Meski Bahasa Inggris Pas-pasan, Pendiri UIPM Rantastia Nur Alangan Kantongi Visa Diplomatik dan ID PBB

JAKARTA, JOURNALREPORTASE – Nama Rantastia Nur Alangan, pendiri Universal Institute of Professional Management (UIPM), kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya UIPM sempat menjadi perbincangan karena memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Raffi Ahmad, kini giliran sosok Rantastia yang ramai dibicarakan, terutama terkait kemampuan bahasa Inggrisnya yang dinilai kurang fasih.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial X, Rantastia terdengar berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Namun, dalam video tersebut, pelafalan dan tata bahasa yang digunakan oleh Rantastia dinilai tak sempurna, hingga memancing komentar kritis dari netizen.

Rantastia sendiri mengaku memiliki latar belakang pendidikan diplomat militer di China, serta penghargaan Bintang Tiga dari Soldier of Peace International Association (SPIA). Namun, rekaman video yang menunjukkan ia berbicara dalam bahasa Inggris secara terbata-bata dan kadang kurang jelas itu menimbulkan keraguan publik.

Pernyataan yang kontroversial juga dilontarkan oleh netizen terkait bagaimana Rantastia bisa mendapatkan visa diplomatik khusus atau Visa C2 dari PBB, yang seharusnya hanya diperoleh melalui prosedur yang sangat ketat.

Beberapa netizen berspekulasi bahwa keberhasilan Rantastia dalam memperoleh visa dan kartu identitas PBB mungkin disebabkan oleh “keberuntungan” atau “kemampuan hipnotis”.

Menanggapi perdebatan ini, Rantastia sendiri tak mau ambil pusing dengan berbagai hujatan yang ia terima.

“Saya nggak peduli orang ngomong apa atau menghujat saya, nanti yang menghujat akan jatuh sendiri, ibarat buah busuk di atas pohon akan jatuh sendiri,” ujarnya dengan tegas dalam keterangan yang diterima media.

Ia menambahkan bahwa kehadirannya dalam forum tingkat tinggi PBB, seperti Forum Politik Tingkat Tinggi (High-Level Political Forum/HLPF) di Markas Besar PBB, New York, membuktikan bahwa ia tetap mampu menjalankan perannya di hadapan tokoh-tokoh dunia, terlepas dari keterbatasan bahasa.

Rantastia juga terlihat hadir di deretan terdepan bersama rekannya, Mohammad Soleh Ridwan, dalam acara yang dihadiri menteri-menteri dari berbagai negara.

Kisah Rantastia Nur Alangan ini menjadi menarik perhatian publik dan memicu perdebatan seputar kriteria dan prosedur yang melibatkan penerbitan visa diplomatik khusus.

Meski kemampuannya dalam berbahasa Inggris kerap diragukan, ia tetap berhasil memperoleh pengakuan internasional dan undangan khusus dalam forum tingkat dunia. ***

Related posts

Kasum TNI : Pembangunan SDM Jadi Prioritas Utama

JournalReportase

Gagasan Segar dan Kekinian, Terapkan Polmas Kawasan Pendidikan di Lingkungan Kampus

JournalReportase

Jamin Hak Pilih, Lapas Serang Kembali Rekam e-KTP Bagi Warga Binaan

JournalReportase

Leave a Comment