Journal Reportase
Nasional

Ketua Umum Muslimat NU Terpilih Siapkan Rencana Besar

 Jakarta-JROL,-    Khofifah Indar  Parawangsa   dipercaya sebagai  Ketua Umum Pimpinan.

mensos-2016

damai  menyepakati  dua rekomendasi. Pertama tentang hate speech atau ujaran kebencian. Sebab, Muslimat NU menilai bahwa ujaran kebencian potensial bisa merusak stabilitas nasional. “Stabilitas bisa retak kalau kepercayaan masyarakat satu dengan lainnya rendah, atau mem-viral-kan (menyebarkan) informasi-informasi yang tidak benar. Itulah yang kami bahas,” ujar Khofifah .

Rekomendasi kedua terkait dengan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). Kongres sepakat untuk mengharamkan perilaku LGBT tersebut. “Muslimat NU diharapkan mampu melaksanakan rekomendasi tersebut,” kata Khofifah.

Terpilihnya Khofifah Indar Parawangsa  di kursi Ketua Umum, ucapan selamat pun datang dari berbagai pihak. Selain Presiden Joko Widodo,  Wapres Jusuf Kalla , Kapolri  Jenderal Tito Karnavian yang dalam kongres tersbut  menjadi pembicara, juga ucapan selamat disampaikan Mendikbud Muhadjir Efendi, Menko Bidanhg Kemaritiman Luhut Muslimat Nahdhatul  Ulama (NU) masa bakti  2016-2021. .

Khofifah yang juga sebagai  Menteri Sosial   dipilih secara aklamasi dalam kongres  XVII yang ditutup  oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur,  Sabtu (26/11)2016-2021.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan Muslimat NU telah menyiapkan  rencana besar dan sudah diputuskan sebagai salah satu hasil keputusan kongres Muslimat NU  yang ke- 17. . Program itu adalah Desa Aswaja. Program ini disiapkan dalam rangka menuju 1 abad NU.

Desa Aswaja, kata dia, yakni desa yang masyarakatnya memiliki tingkat toleransi dan moderasi yang bagus. Tak hanya itu, lewat Desa Aswaja itulah akan tercipta masyarakat yang mampu menciptakan keseimbangan dan keadilan.”Format tersebut kami inginkan menjadi roh kepemimpinan di desa itu baik dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya serta politik,” katanya.

Sepakati Dua Rekomendasi

Pada kesempatan itu juga Khofifah  mengatakan   dengan  semangat  NusantarakKita wujudkan Indonesia  B Panjaitan, Watimpres KH Hasyim Muzadi dan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nazarudin Umar.

Untuk diketahui  bahwa  Muslimat NU merupakan salah satu sayap organisasi NU khusus perempuan. Lahir pada 29 Maret 1946, Muslimat NU bertujuan mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah, dan sosial.

Muslimat NU tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan tercatat memiliki 554 cabang di tingkat kabupaten/kota serta 5.222 anak cabang di tingkat kecamatan. Adapun di tingkat desa atau kelurahan, Muslimat NU memiliki lebih dari 36.000 kepengurusan ranting. [red]

 

 

Related posts

AHOK DISAMBUT GEGAP GEMPITA DI LP CIPINANG

Peringati Hari Perempuan Internasional, DPP GMNI Tegas Perjuangkan Kaum Marhaen untuk Gapai Kesetaraan

redaksi JournalReportase

SPN Lido PMJ Eratkan Kebersamaan Masyarakat dan Pondok Pesantren

Leave a Comment