BANGKALAN- JOURNALREPORTASE- Sebanyak 17 Club Anggota PSSI (Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia) Kabupaten Bangkalan telah menandatangani Surat Pernyataan Mosi tidak percaya kepada Ketua PSSI Bangkalan.
17 tandatangan Mosi tidak percaya yang digalang sejak tanggal 21 Desember 2021 telah memenuhi lima puluh persen lebih dari jumlah total 30 anggota PSSI Bangkalan.
Ada beberapa alasan yang tertuang dalam mosi terkait
eksistensi Askab PSSI Kabupaten Bangkalan periode 2019 – 2022 diantaranya besaran pagu dan hasil laporan keuangan, ketidak harmonisasi Exco dan Askab,
PSSI mandul dan jalan di tempat. Bahkan lebih jauh lagi di mana Ketua PSSI justru lebih eksis di futsal dan menganak tirikan club Askab PSSI Bangkalan. Kemudian
Program kompetisi tidak pernah jalan (hanya kelas utama separuh kompetisi)
Menuntut PSSI agar transparan terhadap semua pengurus dan club Askab di kabupaten Bangkalan,
Adanya pungutan iuran kepada club Askab Bangkalan ketika liga internal kelas utama hendak di putar,
Tidak adanya rapat kerja, evaluasi, koordinasi dengan semua club peserta Askab Bangkalan.
Hermansyah S.Pd mewakili Semua club yang menandatangani Mosi tidak percaya temui Ketua PSSI Bangkalan di salah satu Kafe di jl. Trunojoyo Bangkalan guna menyerahkan berkas tersebut, Jum’at (1/4/ 2022).
Meskipun menerima berkas Mosi tidak percaya ketua PSSI Bangkalan enggan menandatangani tanda terima.
H. Imin sapaan akrab ketua PSSI Bangkalan berdalih bahwa untuk membuat Mosi tidak percaya harus melalui tahapan dan di serahkan ke exco.
“Esco ini dulu untuk di gagas oleh exco habis esco semuanya berkumpul bikin acara merumuskan ini baru nanti adakan rapat exco yang mengadakan rapat, orang sampean yang di anu saya hasil dari ini kan saya yang akan di anukan, dirapatkan di exco, ini nanti saya bawa ke kantor untuk dipelajari” ucap Imin
(Mas ian)
