Journal Reportase
BUMN/EKBIS

Apresiasi Pemerintah Percepat Pembangunan Sejuta Rumah

Jakarta, JROL,-   Ketua DPP Real Estate Indonesia (REI) Papua, Nelly Suryani memberikan apresiasi kepada  Pemerintah yang komitmen  mempercepat proses pembangunan sejuta rumah  yang dicanangkan sejak tahun 2015.

nerly

Kkhusus untuk di wilayah Papua, meskipun pembangunan  terus berjalan, bukan tanpa hambatan. Pasalnya, menurut Maria panggilan akrabnya saat temui JROL, di Jakrta beberapa waktu lalu,  di Papua di tahun 2015  pembagunan terealisasi sebanyak 700 unit. Di tahun 2016 meningkat dua kali lipat sebanyak 2000 unit rumah. “Duia kali lipat kami  bisa membangun,”terangnya.

Meski capain itu  dianggap baik namun belum sepenuhnya tercapai jika dilihat dari jangkau lokasi dan masalah lainnya.  Ia mengatakan,  program sejuta rumah yang disampaikan Presiden Joko Widodo  dan dirjen terkait di Kemen PUPR dengan tindaklanjutnya melakukan road show  ke daerah-ke daerah  termasuk ke wilayah Papua adalah sesuatu yang sangat baik.

Tambahan lagi katanya, dukungan Perbankan, yakni BTN, Bank Pembanguan Daerah (BPD),  BRI dan BNI   meski peranannya masih kecil  tapi salah satu faktor sebagai penunjang keberhasilan program pembanguan rumah.”Peranan Bank salah faktor pendukung keberhasilan pembangunan,”tuturnya,.

Kemudian terang dia,  meningkatnya jumlah perusahaan yang aktif yang sebelumnya  19 perusahaan sekarang sudah 41 perusahaan ikut berperan membangun perumahan. Lalu yang tidak kalah pentingnya adalah suplai yang sangat sedikit dibandingkan dengan kebutuhan. Misalnya Rumah Sejahtera Tapak (RST)  yang dibangun sampai Oktober sekitar 2000 unit  sedangkan masyarakat butuh RST lebih dari itu.

Untuk mencapai kebutuhan masyarakat tersebut, perlu  senergi dengan Pemerintah Daerah perlu diperkuat tentunya menyangkut  perijinan untuk dipercepat.”Ijin dipercepat tentu suplai kami lebih banyak lagi,”ujarnya.

Selain perijinan juga terkait dengan masalah aliran listri  PLN  dan air bersih (PDAM) ke tiga faktor ini menurutrnya sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan. Ia mencontohkan kendala ini masih terjadi, ketika ada penambahan real estate  pihaknya harus menunggu. Pasalnya pembagunan tidak hanya di di satu atau dua tempat di Jayapura, pasalnya masih ada wilayah lain  yang mempersoalkan air dan listrik seperti di Marauke, Wamena, Timika.” Apa jadinya ada rumah tapi tidak ada air dan listrik apa masyarakatnya bisa hidup  nyaman dan sejahtera,”terang Maria.

Kendala lain adalah mengenai sertifikasi tanah yang dikeluarkan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional). Maria mengungkapkan, , di Papua untuk mengurus sertifikat bisa tiga bulan sudah bersyukur karena banyak hal yang harus dijalani tahap demi tahap dan butuh waktu lama. “Dengan masih adanya persoalan mulai dari perijinan, listrik, air dan sertifikat  bisa membangun rumah hingga 3500 unit sesuatu hal yang sangat bagus,”ungkapnya. Sekarang ini mayoritas pembangunan perumahan terbanyak di Jayapura karena dibandingkan dilokasi lain perijinan di Jayapura paling cepat. [red]

Related posts

Sarinah Buka Peluang Kerjasama Untuk Generasi Milenial di Hari Jadinya yang ke 57

redaksi JournalReportase

Tumbuhkan Semangat Gotong Royong dan Kreativitas, Nova Harivan Paloh Gelar Pesta Rakyat & Bazar UMKM Bersama Warga Dikawasan Cipedak Jagakarsa

redaksi JournalReportase

Jasa Marga Pasang Strauss Pile Longsor di Jalan Tol Surabaya-Gempol

redaksi JournalReportase

Leave a Comment