Journal Reportase
Breaking News

Penyidik Bawa 10 Tersangka Peragakan Rekonstruksi Aborsi Ilegal

JAKARTA-JOURNALREPORTASE,- Subdit 4 Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro menggelar rekonstruksi kasus kejahatan aborsi ilegal yang diungkap pada Rabu, 9 September 2020. Sebanyak 63 adegan yang diperagakan oleh 10 tersangka, disajikan di lokasi kejadian di Jl. Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, Jumat siang, 25 September 2020.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin mengungkapkan, penyidik Polda Metro Jaya membawa 10 tersangka yakni LA, DK (dokter), NA, MM, YA, RA, LL, ED, SM dan RS memperagakan secara langsung yang terbagi menjadi 4 tahapan di lima lokasi kejadian.

Mulai dari perencanaan, menjemput pasien, registrasi, masuk ke ruang penindakan hingga menghilangkan barang bukti (gumpalan darah yang berbentuk janin). ” Jadi ada 63 peragaan yang sajikan tanpa adanya peran penganti keseluruhan adegan rekonstruksi diperagakan langsung oleh para tersangka kecuali hanya satu yakni pasien yang diambil tindakan pengguguran janin di dalam kandungan sang Ibu,” beber Jean Calvin dalam keterangan persnya di Percetakan Negara, Salemba Jakarta Pusat, Jumat (25/9).

Lanjut Calvin mengatakan, dalam sajian rekonstruksi ada yang menarik dari hasil tahapan penyidikan di sejumlah peragaan terungkap bahwa peran calo yang bergerak melalui website menjadi rangkaian respon hadirnya pasien datang untuk mengaborsi janin di dalam kandungannya. “Polisi menemukan fakta baru mekanisme praktik aborsi ilegal itu. Ada peran calo yang perannya yang sangat besar dan cukup penting. Tanpa calo, mereka sangat sulit mendapatkan pasien,”ungkapnya.

Kemudian, jelas Calvin, website klinik aborsi yang digunakan oleh para pelaku, juga dibuat oleh para calo. Pasalnya, terangnya, calo yang memainkan perannya yang sangat penting mendapatkan porsi pembagian lebih besar. ” Jika pasien aborsi secara online melalui website, maka calo-calo tersebut mendapatkan bagian 50 persen. Sedangkan sisanya diberikan kepada LA pemilik klinik, yang akan dibagi lagi kepada dokter dan pekerja yang lain,” ujarnya.

“Temuan yang kita dapatkan ini untuk mendalami skema besar. Karena disitu pasti ada tempat aborsi lain,”Calvin menambahkan. Selain itu, kata dia proses aborsinya pun dilakukan sangat cepat.” Sejak pasien berada di ruang tindakan hingga selesai hanya butuh waktu 15 menit,” tandas Calvin.

Related posts

Kapolri Dianugerahi Gelar ‘Alumni Menginspirasi’ dari SMAN 8 Yogyakarta

journalreportase

Terekam CCTV dan  Viral  Dua Pelaku Jambret Bersenjata di Tambora Dicokok Polisi Saat Bersembunyi di Sebuah Rumah

JournalReportase

Deklarasi World Tourism Park di Bali Pamerkan Atraksi Udara 31 Penerjun Dunia

journalreportase

Leave a Comment