journalreportase.com, Minimnya tayangan (tontonan) untuk anak yang sarat edukatif dan mengandung nilai islami adalah alasan utama yang membuat Teuku Wisnu dan Arie Untung beserta Yuda Wirafianto mau terjun langsung menggarap produksi film Riko the Series.
Arie Untung selaku produser menyebutkan bahwa serial animasi ataupun kartun Indonesia banyak, namun yang sedikit yang mengandung nilai kearifan lokal.
“Makanya, kami sangat meyakini bahwa serial animasi Riko the Series berbeda dengan yang lain, karena terdapat perpaduan unsur ilmu pengetahuan (science), edukatif, dan ilmu agama,” jelas Arie usai acara grand launching serial animasi Riko di Walking Drum Hall, Pati Unus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020).
Tak jauh berbeda dengan rekannya, Teuku Wisnu yang bertindak sebagi Eksekutif Produser juga menambahkan bahwa ketertarikannya untuk menggarap serial animasi Riko lantaran melihat semakin sedikit tayangan yang cocok untuk anak. Hal tersebut jelas membuat suami dari Shiren Sungkar ini jadi prihatin lantaran mendapati fenomena banyak anak yang kecanduan gadget sehingga lupa dengan kehidupan sosial di sekitar mereka.
“Serial animasi Riko semoga bisa menghentikan anak main gadget. Sebelumnya sudah ada Nussa yang memberikan tayangan inspiratif. Intinya, setiap tayangan yang kami buat punya nilai pendidikan dan hiburan untuk anak, karena kami ingin anak-anak mendapat nilai lebih dari sebuah tayangan. Ini salah satu cara mengedukasi dengan tayangan, semoga menonton ini anak jadi eksplor, rajin belajar, membaca tidak hanya main gadget,” terangnya.
Sejauh ini Ari, Wisnu, dan Yuda sudah memiliki sembilan produksi dan tiga episode yang siap tayang dengan durasi 4-6 menit. Untuk satu episode, story development-nya berjalan kurang lebih tiga bulan. Mereka dibantu oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung untuk urusan sains dan berkonsultasi dengan ustadz terkait persoalan agama demi menghasilkan tayangan yang pas untuk si anak.

“Yang jelas serial ini dipersembahkan untuk mencerdaskan anak Indonesia dan berkontribusi bagi calon pemimpin bangsa. “Semoga dapat meningkatkan keingintahuan anak-anak tentang ilmu pengetahuan dan agama,” tegas Wisnu.
Dalam episode perdananya yang dirilis Riko The Series bercerita tentang manfaat besi.
Sementara itu, animasi Riko sendiri hanya tayang di YouTube dengan durasi 4-6 menit setiap episodenya. Rencananya, animasi tersebut akan diunggah se-Minggu sekali di channel YouTube, Riko The Series.
Seperti diketahui Riko the Series merupakan tayangan hiburan yang mendidik (edutainment). Selain menghibur setiap episodenya juga mengusung konten ilmu pengetahuan yang bersumberkan pada Alquran. Riko dikisahkan sebagai anak yang energik, ceria, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Rasa ingin tahu Riko membuatnya selalu bertanya-tanya dan senang bereksperimen terhadap hal-hal baru yang ada di sekelilingnya. Sifat-sifat Riko itu diharapkan dapat menginspirasi dan menumbuhkan rasa ingin tahu serta daya ekplorasi anak.
Dalam kesehariannya Riko akan ditemani oleh Q110, yaitu robot yang selalu dapat menjawab rasa ingin tahu Riko berdasarkan petunjuk Alquran. Serial ini boleh ditonton untuk anak berusia 4 sampai 15 tahun.
