JournalReportase.com, Semangat Hamemayu Bawono untuk meraih cita-cita sebagai aktris peran dibuktikan dengan kesungguhannya mengikuti berbagai casting.
Bahkan gadis cilik berusia 8 tahun itu rela meninggalkan kota kelahirannya di Solo dan hijrah ke Jakarta demi menjemput impiannya.
Mayu demikian gadis cilik ini disapa, terlahir dari keluarga sederhana, orangtuanya berprofesi sebagai pedagang. Melihat semangatnya yang tinggi tak heran jika kedua orangtuanya sangat mendukung perjalanan karir Mayu.
Beruntung perjuangan dan kerja kerasnya itu mulai memperlihatkan hasil lantaran kemampuan akting Mayu yang kian mumpuni lewat bimbingan ‘Tujuh Acting Class’.
Talenta yang dimiliki Mayupun langsung mengundang perhatian dari ‘Tujuh Rumah Produksi’ Mayu langsung didapuk peran sebagai Rachel dalam film bergenre horor berjudul ‘ Bisikan Gaib’ yang rencananya akan mulai syuting pada Desember 2019 mendatang.
“Saya berterimakasih sama om Donny Adhitya. Karena dia yang melatih saya berakting untuk film ini,” kata Mayu dalam press conference di Eiko Resto, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.
Melihat kesungguhan Mayu, sang ibu pun, Yuliana begitu mensupport impian sulungnya tersebut.
“dari umur 5 tahun Mayu memang pengen sekali jadi artis cilik. Kita itu sebenernya tinggal di kota Solo, makanya kita rela tinggalin Solo hijrah ke Jakarta karena dia (Mayu) kepengen sekali anaknya. Ya apapun akan kita dukung sebagai orangtua sampai cita-cita anak terwujud, beruntung kita di support sama Tujuh Rumah Produksi,” kisah Yuliana.
Sementara itu Sutradara Tarmizi Abka, dari ‘Tujuh Rumah Produksi’ mengatakan, kalau di filmnya ini, Mayu mendapat kepercayaan sekitar 30 persen adegan, dan Mayu sudah mengalahkan ratusan audisi pemain cilik lainnya saat proses casting.
“Mayu unik anaknya, dia memiliki karakter. Dia datang ditengah kami sudah memiliki pemain. Tapi, karena keunikannya dan aktingnya yang baik, Mayu kita ambil untuk bawakan peran Rahel,” ucapnya.
Seperti diketahui sebelum memulai dunia akting, Mayu, perempuan cilik kelahiran Klaten, 9 Mei 2011 ini, memulai ajang pemilihan model anak antar kecamatan di Klaten, Jawa Tengah.
Di tahun 2018, di bulan April, seusai mengikuti event dari Dinas Kementerian Pariwisita Jakarta Mayu meraih juara pertama sebagai model terbaik, peluang Mayu di dunia akting pun mulai terbuka.
“Sinetron pertamaku, ‘Menembus Mata Bathin’. Dan menyusul sinetron bertajuk, ‘Cermin Kehidupan’, ‘Firasat’ dan banyak lagi sinetron lainnya,”sebut Mayu.
