SHARE
Adds

Jakarta-Journal Reportase.Com – Perkembangan mengenai kasus penyerangan kantor LBH/YLBH di jalan Diponegoro Jakarta Pusat, aparat kepolisian sudah menahan sekaligus menetapkan 1 orang tersangka dari 15 orang yang diamankan, dan 1 orang tersangka diduga provokator terjadinya pemicu penyerangan di kantor Lembaga Bantuan Hukum pada Minggu malam (17/09) hingga Senin subuh (18/09). Suasana pasca penyerangan oleh kelompok salah satu ormas berseragam hitam masih menegangkan, dan mencekam, karena ada beberapa korban terluka , termasuk dari polisi korban amuk massa yang mencoba membubarkan acara tersebut.
Demikian, keterangan Direskrimum PMJ Kombes Pol. Nico Afinta yang masih lanjut gelar perkara usai perkara kasus pembunuhan pasangan selingkuh bos Bakmi Versil dengan karyawannya. Nico mengatakan, ada 7 tersangka lain yang kini masih terus dilakukan pemeriksaan secaera intensif. “Sisanya 15 orang sudah kita pulangkan, sementara para korban termasuk anggota kita sudah diberikan pertolongan medis di rumah sakit Bhayangkara-Jakarta,” beber Nico awal buka press conference targedi LBH/YLBG, Minggu malam, hingga Senin subuh.
Nico menjelaskan, mengenai siapa ackor atau dalang dibalik kasus penyerangan di kantor LBH/YLBH belum bisa dibeberkan, karena penyidik masih membutuhkan keterangan dari beberapa saksi termasuk yang ke 7 orang yang masih akan terus diperiksa keterangannya.”Mungkin minggu depan sudah bisa kita rilis lagi kalo sekarang kita baru akan dalami sejauhmana, dan siapa-siapa yang terlibat didalamnya serta penyelenggara yang memaksakan acara tersebut tetap berlangsung,” jelasnya.
Berdasarkan laporan warga disekitarnya, maupun sumber informasi lainnya yang diperoleh aparat kepolisian, meskipun aparat sudah menjaga ketat, agar tidak terjadi bentrokan antara yang pro dan kotra diadakannya acara pertemuan atau “seminar”.” Namun akkhirnya terjadi juga bentrokan yang sebelumnya sudah kita ingatkan berkali-kali untuk segera mengakhiri, dan bakan segera membubarkan diri mengingat situasi dan kondisi saat itu semakin memanas,” tegas Direskrimum PMJ.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Idham Azis mengapresiasi atas terselenggaranya acara press conference mengenai kasus yang berbau “politik” ini untuk segera dituntaskan perkaranya, dan tidak peduli siapapun yang terlibat secara hukum, apapun pangkat, jabatan, dan dari mana asal kelompok atau ormas tersebut tetap akan diproses sesuai hokum yang berlaku.
Soal bermuatan “politik” yang mengisukan akan bangkitnya bahaya latent komunis oleh LBH/YLBH selaku pemerkasa pertemuan atau acara yang disebut-sebut seminar meluruskan sejarah G30S PKI ternyata menjadi pemicu pro dan kontra pada acara tersebut, sementara penyelenggara kurang tanggap darurat apa yang menjadi keinginan masyarakat atau warga sekitarnya dengan ormas ataupun kelompok yang tidak menghendaki pertemuan atau acara itu dilanjutkan.
Bahkan, kelompok atau ormas yang kontra meminta kepada aparat kepolisian segera membubarkan atau menghentikan acara yang diprakarsai LBH/YLBH, karena dinilai tidak mengakomodir kepentingan banagsa dan Negara, hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa jika bahaya latent komunis sampai muncul lagi di permukaaan bumi pertiwi ini. “Siapa yang akan bertanggung jawab, polisi? Atau LBH/YLBH? atau mereka yang pro acara itu tetap digelar?, adapun dia dalangnya polisi selaku aparat hukum harus tegas memproses mereka siapapun yang terlibat, agar kejadian di LBH/YLBH tidak terulang lagi hal yang sama, “ demikian info yang diperoleh sumber media online Journal Reportase.com menyatakan.
Nicao Afinta, tidak bisa berpanjang lebar memberikan keterangan maupun komentar atas serangan pertanyaan wartawan seputar nama-nama yang disinggung oleh Direskrimum PMJ ini, antara lain yang disinggung ada 1 orang yang sudah dinyatakan tersangka, dan 7 orang masih diperiksa secara intensif, dan menegani siapa sebetulnya yang mendalangi atau mengotaki penyerangan ke kantor LBH/YLBH?
Terkait dengan kasus tragedy LBH/YLBH, Nico, hanya bisa tersenyum meninggalkan ruangan press confenrence sembari mengatakan, “ Nanti saja lah, kalo hasil pemerikasaan sudah kita dalami, dan akurat akan kita rilis lagi.”Mudah-mudahan minggu depan sudah selesai, maka wartawan juga bantu kami informasinya ya?” ucap Nico berharap masyarakat maupun warga atau ormas manapun baik yang pro maupun kontra yang disebut-sebut terlibat langsung didalamnya, hendaknya bisa mengendalikan diri atau emosi jangan mengedepankan egosentri masing-masing yang menggangap dirinya paling benar belum tentu itu benar. [untung sugianto]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY