SHARE
????????????
Adds

Jakarta-Journal Reportase,-  Sejumlah catatan kriminalitas yang  terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jakarta sepanjang tahun 2017,  dibeberkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis.

Dalam jumpa pers  yang berlangsung di Gedung Pertemuam Metro, Jakarta,   Sabtu (30/12), sejumlah  kinerja dalam unity dan kerja keras dipaparkan melalui tayangan di media visual dan sambutan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dihadapan para Pejabat Utama dan Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya, serta rekan-rekan wartawan.

Beberapa kasus-kasus menonjol yang mangkrak hingga kini pun menjadi sorotan.    Kapolda  membeberkan , pihaknya selalu konsisten dan merespon dengan cepat seluruh laporan dan aduan dari masyarakat. Jika didapati terus molor maka ia tak segan menerjunkan anggota Propam guna menyelidik penyidik yang kerap menjadi pangkal masalah dalam penuntasan sebuah kasus.

“Untuk kasus-kasus yang mangkrak selama ini, kami akan menyelidikinya. Apakah penyidiknya sudah masuk angin apa belum? Kami akan selidiki, bila perlu saya akan terjunkan propam untuk mengusutnya,” ucap Idham Azis.

Kemudian  ditengah keresahan Bangsa Indonesia  dengan begitu dahsyatnya,  pasokan  narkoba baik yang didatangkan  dari Luar Negeri maupun yang bersal dari produksi yang di buat di negeri ini, ini menjadi komitmen Kepolisian  Polda Metro Jaya menghabisi para  pembuat, pengedar lokal dan jaringan Internasional.

Tidaklah dipungkuri pengedaran narkoba di Negeri ini khususnya   Ibu Kota Jakarta menjadi ancaman bagi anak bangsa  yang menjadi korban.

Derasnya arus narkoba masuk ke tanah air disikapi secara tegas pihak kepolisian. Sebanyak 21 pelaku tindak pidana narkoba ditembak mati 21 aparat Polda Metro Jaya sepanjang 2017. “Pelaku narkoba 21 orang ditindak tegas,” ungkap Kapolda.

Dijelaskan  idham, sepanjang 2017, Polri menembak mati 54 bandar narkoba di Indonesia. Polda Metro Jaya mengambil hampir separuh kasus penembakan mati tersebut. “Hampir 48 persen dilakukan di Polda Metro Jaya,” ujar Idham.

Pada 2016, jumlah tindak pidana narkoba sebanyak 5.333 kasus. Sedangkan pada 2017, jumlahnya kejahatan narkoba sebanyak 6.087 kasus.  Artinya ada kenaikan angka tindak pidana narkoba pada tahun ini sebesar 14 persen.

Selain narkoba yang menjadi perhatian khusus untuk  dihabisi. Kejahatan lain patut  menjadi target Polda Metro Jaya adalah,  kejahatan Begal dan premanisme.  Karena itu, Idham Azis mengingatkan kepada, Kasat  yang dinilai tidak mampu untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut,  maka ia  akan segera mencopotnya.

“Untuk Narkoba, begal dan premanisme jadi target utama kami. Jika Kasat tak mampu, maka akan saya ganti masih banyak perwira yang mengantri untuk jabatan tersebut,” jelasnya.

Meski, pihaknya  sudah bekerja  keras,  Kapolda  mengakui masih ada beberapa kasus yang belum dituntaskan penyidiknya hingga akhir 2017. Hal itu disampaikan Idham saat menanggapi beberapa kasus yang belum juga dilimpahkan berkasnya ke kejaksaan.

Beberapa kasus yang ditanyakan wartawan karena belum selesai adalah pembunuhan mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori, dugaan kasus makar, dan dugaan kasus chat porno yang menjerat Habib Rizieq-Firza Husein.

“Beberapa kasus kita masih terus bekerja dan itu saya beri target ke para penyidik. Memang kasus itu tidak semua bisa cepat. Ada kasus yang lambat, perlu penanganan yang cukup lama. Saya beri ilustrasi ya, saya tahun 2000 masih menjadi kompol di sini, saya Wakasat. Pak Tito Kasat-nya,” kata Idham.

Idham bercerita saat itu dirinya menangani kasus ledakan bom di Kedubes Filipina. Kasus tersebut baru terungkap tiga tahun setelah kejadian bom Bali.

Idham mengatakan pelaku bom Bali diketahui juga melakukan teror di Kedubes Filipina.

“Ada ledakan di Kedubes Filipina. Itu kita bekerja 3 tahun. Setelah bom Bali baru terungkap pelakunya, begitu. Dan 3 tahun kami tidak putus bekerja, terus menyelidiki,” jelas Idham.

 

Apresiasi Penghargaan Kepada Media  

Pada kesempatan itu juga, Polda Metro memberikan apresiasi  penghargaaan kepada  4 orang wartawan dari beberapa media  yang dinilai paling efektif dan aktif  menginformasikan  sajian berita untuk masyarakat dan Kepolisian. Penghargaan diberikan berdasarkan data Intelligence Media Management (IMM) di Bidang Humas Polda Metro Jaya. 4 media yang mendapat penghargaan mewakili masing-masing media yaitu televisi, radio, harian dan online.
Penghargaan diberikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis di sela Jumpa Pers Akhir Tahun 2017.

Dengan apresiasi ini, tentunya kita terus merajut kebersamaa. Karena Polisi dan Media tidak dapat dipisahkan.”Kita harus merajut kebersamaan dengan teman media. Polisi dan media ini ibarat air dan ikan, dia tidak bisa dipisahkan,” tuturnya

Ia mengatakan, terkadang ada miskomunikasi antara wartawan dengan kepolisian dalam kegiatan pencarian berita. Namun menurut dia kendala-kendala itu dapat terselesaikan dengan komunikasi yang baik.

“Kadang ada hal teman media butuh cepat menaikkan berita, sementara teman polisi masih ranah penyelidikan dan pengembangan sehingga terjadi miss. Tetapi saya percaya tidak ada hal yang tidak selesai ketika membangun komunikasi dengan baik,” ujar mantan Kadiv Propam Polri ini.

“Kita merajut kebersamaan di tahun 2018 dengan langkah lebih baik, inovatif dan konstruktif,” sambung dia.

Pada kesempatan ini juga, Kapolda meminta semua warga Ibu Kota untuk merajut kebersamaan di tahun 2018 dengan langkah yang lebih baik, lebih baru, inovatif dan konstruktif. “ Saya atas nama pribadi dan seluruh jajaran Polda meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jakarta, apabila Polda Metro Jaya belum mampu menampilkan kinerja yang baik,”imbuhnya.  Untuk itu, pihaknya akan terus bertekad memberikan yang terbaik  untuk masyarakat  Jakarta.”Beri kami waktu dan kesempatan dan beri kami masukan agar kami bisa selalu menampilkan yang  wajah Polri Polda Metro Jaya  yang humanis  untuk memberikan pelayanan yang maksimal,”ucap Kapolda mengakhiri sambutannya.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY