SHARE

Kasus penipuan yang melibatkan pengusaha sekaligus pemilik PT Kalimik Indonesia fauzan Rachmansyah telah masuk kedalam laporan hukum pidana dan telah di laporkan oleh pihak yang dirugikan Sukron Adi wijaya pada hari senin tanggal 20 Februari 2017.
Kasus dugaan penipuan yang dilakukan Fauzan Rachmansyah mengakibatkan kerugaian sebesar 10 M tersebut kronologinya diutarakan Sukron Adi Wijaya saat melakukan sesi jumpa pers kepada para awak media dikantor pengacara Henry Indraguna. SH
Dalam jumpa pers tersebut sukron adi wijaya sebagai pihak yang dirugikan menjelaskan bahwa awal pertemuan dengan Fauzan terjadi Pada Bulan November 2013 saat itu Fauzan menawarkan sukron untuk berinvestasi ke dalam Bisnis Pengelolaan susu dibawah Bendera PT Kalimilk Indonesia senilai 10 Milyar dengan kompensasi mendapatkan 40% Lembar Saham dan keuntungan perbulan sebesar 400 Juta , sesuai kesepakatan tersebut saudara Sukron pada awal bulan Desember 2013 memulai investasi dengan melakukan via transfer ke rekening Fauzan Rachmansyah senilai investasi yang disepakati sebesar 10 milyar dan pada tgl 31 Desember 2013 perjanjian kerjasama investasi tersebut diperkuat dalam sebuah perjanjian kerjasama Notaris tapi dalam akte notaris tercatat nilai investasi sebesar 2 milyar dan berhak memiliki 40% saham perusahaan ,
Nilai yang tercatat dalam akte notaris menurut sukron tidak sesuai dengan nilai yang telah di terima saudara Fauzan sebesar 10 milyar sebagai dana investasi tetapi pihak Fauzan hanya memasukan senilai 2 milyar dan pada saat itu Fauzan Menjelaskan bahwa sisa dana investasi sebesar 8 milyar akan dikembalikan kepada pihak sukron.
Selama proses kerjasama berlangsung pihak Fauzan ternyata melakukan pelanggaran isi perjanjian dimulai dengan pemberian Profit Sharing / keuntungan yang diberikan PT kalimilk ternyata tidak sesuai dengan kesepakatan , Laporan pertanggungjawaban keuangan yang tidak real hingga janji pengembalian dana sisa investasi sebesar 8 milyar yang tidak juga direalisasikan hingga saat ini . Dari fakta – fakta pelanggaran tersebut akhirnya pihak Sukron memberikan dua kali somasi kepada pihak Fauzan tujuan somasi dilakukan pihak sukron awalnya bertujuan untuk melakukan mediasi agar semua masalah yang terjadi bisa diselesaikan secara baik namun sayang somasi yang diberikan tidak direspon baik pihak Fauzan hingga akhirnya sukron melaporkan Fauzan Rachmansyah ke bareskrim Polri atas tindakan dugaan penipuan dan pengelapan yang dalam laporan tersebut sukron didampingi pengacara Henry Indraguna.SH
Henry sebagai pengacara Sukron menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan Fauzan Rachmansyah ke bareskrim polri atas tindakan pidana dugaan penipuan dan pengelapan dana investasi ,
“ proses dipihak kepolisian kurang lebih 3 sampai 6 bulan akan diketahui hasilnya sedangan proses pengadilan butuh waktu kurang lebih 6 bulan untuk bisa diketahui siapa yang bersalah klienya atau pihak Fauzan “ jelas henry
Selanjutnya henry menjelaskan bahwa prosesnya pengadilannya sendiri akan dilakukan Dipengadilan sleman Yogyakarta yang dalam gugatannya karena sudah masuk ke ranah perdata pihak pengacara akan mengajukan gugatan kepada pihak Fauzan baik secara material dan inmaterial sebesar 50 milyar serta pengajuan sita asset bersama , ( red )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY