SHARE

JournalReportase.com, Film Indonesia belakangan menunjukkan gairahnya. Perlahan bangkit dari tidurnya. Hal ini dibuktikan dengan marak beredarnya karya film Indonesia dari sineas-sineas tanah air yang menghiasi ratusan layar bioskop ditanah air di saban harinya. Sehingga boleh dibilang Film Indonesia perlahan juga mulai menjadi ‘tuan rumah’ di negerinya sendiri.

Bukan hanya rumah produksi besar yang banyak diisi oleh ‘pemain-pemain’ kawakan dengan arahan sutradara senior. Tetapi banyak juga rumah produksi yang baru dengan pemain dan sutradara baru yang bermunculan menghiasi persaingan yang kompetitif di industri perfilman kita.

Salah satunya adalah Ramasindo Pictures dibawah pimpinan Produser Rahmadan Islan. Ada dua film sekaligus yang aedang dipersiapkan yakni, The Last Target dan Petualangan Cinta Serina yang dalam waktu dekat ini juga akan segera dibuat teasernya.

The Last Target disebut-sebut akan membawa lokal wisdom, seperti akan mengambil lokasi gambar di Gorontalo.

Rahmadan Islan juga menggandeng Sutradara sinetron dan FTV, Surya Lawu. Surya Lawu diketahui pernah sukses menggarap sinetron Intan (Sinemart, 2006) dan Cahaya (Sinemart, 2007). Diproyek ini Surya Lawu juga dipercaya untuk memberi pembekalan seni peran, lebih dari itu Surya Lawu juga melakukan pendalaman materi secara singkat tentang dunia seni peran.Persiapan produksi film-pun segera di lakukan, diawali dengan pembuatan teaser berdurasi 90 detik. Untuk mempersiapkan hal tersebut maka yang dilakukan rumah produksi Ramasindo Pictures, mulai menggarap teaser film perdananya ‘The Last target’, dengan menggelar pelatihan serius bagi para calon bintangnya agar dapat tampil maksimal saat produksi.

Selain class akting, Rahmadan juga mendatangkan instruktur laga, untuk melatih dasar-dasar beladiri kepada para talennya.

“Kami ingin yang maksimal untuk The Last Target,” pungkas Rahmadan Islan.

Film tersebut juga melibatkan puluhan siswa class acting yang selama ini mengikuti proses pelatihan olah peran di Ramasindo Pictures asuhan sutradara, Surya Lawu.

“Kami juga libatkan puluhan siswa class acting yang ada di rumah produski kami. Sebagaian dari mereka akan terlibat dalam produksi filmnya. Class akting ini, kami lakukan sebagai upaya melahirkan bibit baru bintang film, sekaligus melibatkan mereka semua di dalam produksi film perdana kami The Last Target,” kata Ramadan Islan selaku produser pelaksana The Last Target dan Petualangan Cinta Serina, kepada media usai menggelar syukuran persiapan produksi film The Last Target dan Petualangan Cinta Serina , pada Sabtu (10/3) sore, di kantornya dikawasan Saharjo, Jakarta Selatan.Persiapan shooting teaser film ‘The Last Target’ sepertinya segera dibuat dan mengambil lokasi shooting di Gorontalo kemudian dilanjutkan dengan Petualngan Cinta Serina pada bulan April-Mei dan rencananya akan tayang Juli-Agustus, tersingkap saat jumpa pers Persiapan Produksi di kantornya Jl. Dr. Saharjo, Jakarta Selatan, Sabtu (10/3).

Film The Last Target sendiri bergenre drama-action, yang nantinya akan memasang sederet bintang beken.

“Film ini akan mengawali penayangannya secara internasional di beberapa ajang festival internasional sebelum dirilis secara resmi di bioskop tanah air. Baru hari ini akhirnya kami mengumumkan bahwa film The Last Target dan Petualangan Cinta Serina, yang datu menjual genre aksi, dan satunya lagi bertema drama remaja. Keduanya akan siap di produksi pada tahun ini,” kata Kicky Herlambang selaku juru bicara Ramasindo Picture. Surya sendiri mengakui bahwa tidak mudah ‘menggarap film bertema laga “Persiapannya harus matang, apalagi film ini nanti mau di gadang ke ranah festival dahulu. Agar meraih perhatian inaternasional,” ucapnya.

Sementara itu artis cantik Nadira Nazmi, yang juga menjabat sebagai produser Petualangan Cinta Serina mengatakan bahwa kali pertama dirinya terlibat dalam produksi film bukan sekedar ‘main tapi juga produser’

“Ini kali pertama saya terlibat dalam proyek film sebagai produser. Sekedar catatan, dua film produksi Ramasindo ini akan di rilis lebih dahulu di beberapa ajang festival internasional,” terangya kepada media.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY