SHARE

JournalReportase.com, Menyambut hari libur lebaran 2018, wahana Theater IMAX Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) siap memanjakan pengunjung bersama keluarga dengan sejumlah inovasi hiburan yang baru. Salah satu yang dihadirkan wahana unggulan yang sarat dengan pengembangan ilmu pengetahuan ini adalah dirilisnya film dokumenter berjudul ‘Rocky Mountain Express’

Theater IMAX Keong Emas merupakan gedung pertunjukan film berwujud keong emas raksasa yang menampilkan pertujukan film berteknologi canggih IMAX (I Can See Maximum), yang diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada 20 April 1984 silam.

‘Rocky Mountain Express’ adalah film yang berkisah tentang perjalanan kereta uap melalui pemandangan indah dan eksotik di sepanjang pegunungan Rocky, yang membentang di sepanjang negara Kanada.

Film garapan Stephen Low ini dengan vulgar memperlihatkan keindahan alam pegunungan Rocky Kanada, yang tentunya akan menyegarkan mata para penontonnya.

Cerita dalam film inipun dibalut dengan kisah konstruksi kereta api di Kanada pada akhir 1800-an, sambil menelusuri kemajuan ke wilayah barat dari Vancouver, hingga menjelajahi hamparan pegunungan yang terlihat nyaris tak dapat dilalui.

Selain itu, penonton juga akan dihibur dengan berbagai cuplikan close-up dari mesin uap bersejarah, beradu dengan kualitas gambar berkelas dan memukau yang disuguhkan oleh IMAX.

Bahkan, di sela-sela pemandangan indah itu juga diselingi dengan rekaman gambar bersejarah dari kesulitan yang dihadapi oleh para pekerja kereta api jaman itu berikut sejumlah deskripsi dan prestasi teknik yang diperlukan untuk membangun trek mendaki yang berada dikaki gunung.

Film ini juga seakan membawa para penonton untuk ikut menjadi penumpang ‘Rocky Mountain Express’ di salah satu gerbongnya, dengan musik latar yang indah di sejumlah adegan perjalanan dalam film ini.

Jika tak percaya, silahkan dengar salah satu original soundtrack dari film ini yang berjudul ‘Five-Hundred Miles’, yang dibawakan oleh Peter, Paul and Mary di menit ke-28 dari film ini.

Bayangkan lagu itu diputar mengiringi tayangan menyejukkan dari hamparan hutan pinus dan lembahnya, danau berlatar belakang pegunungan Rocky, bahkan keheningan gubuk-gubuk kosong di tengah hamparan ilalang menguning yang berhasil direkam dengan bijak sebagai bagian dari dokumenter tersebut.

Film berdurasi sekira 45 menit ini dikategorikan dan diberi peringkat G atau ‘General Audiences’, yang berarti cocok untuk semua kalangan usia. Bahkan, sejumlah portal film pun sangat merekomendasikan ‘Rocky Mountain Express’ yang usianya kini hingga 200 tahun.

Selain mata dimanjakan oleh pemandangan indah, penonton juga akan mendengar narasi tentang  proses pembangunan jalur kereta yang melintasi benua Amerika dan dianggap mustahil saat itu. Untuk mewujudkan usaha ini,  perusahaan ini mendatangkan ribuan pekerja dan insinyur dari  seluruh dunia.

Saat menyaksikan film di layar 21,5 X 29,3 meter atau sekira 600M ini, terpampang sebuah sinematografi spektakuler. Berikut  foto arsip, peta serta potensi dan energi irama dari lokomotif uap yang melintasi jalur, yang mampu membenamkan penonton dalam kisah luar biasa. Film yang secara tidak langsung ikut menggambarkan wujud revolusi industri yang terwakili oleh kuda besi bertenaga uap tersebut.

Sebelum diputar,  bioskop dengan tontonan edukatif ini juga  menampilkan pendahuluan berupa pojok informasi melalui games dan story telling yang menceritakan sejarah Keong Emas, pembelajaran tentang beragam jenis keong di Indonesia dan informasi ilmu lainnya.

Semua kemeriahaan tersebut merupakan wujud konsistensi manajemen Theater IMAX Keong Mas, TMII untuk memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat yang akan berlibur, khususnya pada musim lebaran 2018 ini.

Eri Subada selaku manajer dari Theater IMAX Keong Mas, TMII menyebutkan target pengunjung yang diharapkan selama musim libur lebaran ini adalah 20% dari total pengunjung TMII sejumlah 400.000, yakni sekiyar 80.000. Adapun kocek yang sudah dikeluarkan manajemen untuk mendatangkan film ‘Rocky Mountain Express’ tersebut adalah sekitar 1.5 M Rupiah untuk biaya sewa pertahunnya. Dengan biaya tiket masuk yang dikenakan sebesar Rp. 40.000, Eri optimis akan tetap memperoleh margin sesuai yang ditargetkan oleh manajemen.

“Target pengunjung kita adalah 80.000 selama musim libur Lebaran ini. Untuk target setahunnya kita targetkan film ini bisa ditonton oleh 20.000 penonton. Karena dalam setahun biasanya kita 2X memutarkan film dan itu ada di libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru,” ujar Eri ditemui usai pemutaran film ‘Rocky Mountain Express’ pada Senin (11/6).

Eri menambahkan bahwa Theater IMAX Keong Mas TMII dalam waktu dekat juga akan mengupgrade sejumlah fasilitas seperti layar, proyektor dan kursinya yang berjumlah 811 kursi ini. Kedepannya secara bisnis Theater IMAX juga akan mengepakkan sayap bisnisnya. Sehingga Teater juga bisa digunakan untuk gathering, product launching, premiere film dan lainnya.

“Juli nanti habis libur lebaran ini kita akan mendatangkan Epson E 5000 langsung dari Australia, kita juga akan mengganti layarnya, kursi berikut dengan akustiknya. Pelan-pelan semua akan kita upgrade. Sehingga kalau masuk ke Theater IMAX itu bisa merasakan teknologinya berikut dengan kenyamanannya,” sambung Eri menjelaskan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY