SHARE
Jakarta, Journal Reportase, Paham radikal atau radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Radikalisme merupakan pemahaman yang keliru terhadap agama yang dianut dan cenderung menganggap dirinya yang paling benar dan orang lain pasti salah.kata Ansyaad Mbai pada acara seminar Hukum yang di gelar di Balai Pertemuan Metro Jaya Kamis (24/5).
Pernyataan Ansyaad itu disampaikan dalam seminar  bertajuk “Upaya Penanggulangan dan Penegakkan Hukum terhadap Tindak Pidana Terorisme” pada tersebut Seminar ini dihadiri para kapolres dan kapolsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Menurut Ansyaad pemahaman radikal cenderung tidak menghargai orang lain bahkan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar karena orang itu mempunyai keyakinan sendiri dan fanatik dalam arti negatif dan selalu menganggap dirinya selalu benar kata  Ansyaad
Lebih Jauh Ansyaad menuturkan, paham radikal bukanlah kesalahan agama tertentu tetapi radikalisme muncul dari adanya permasalahan yang komplek dalam masyarakat yang majemuk dan heterogen seperti di Indonesia. Untuk menangkalnya, semua elemen bangsa  harus paham dengan Bhinneka Tunggal Ika.
Ansyaad Menambahkan, Radikalisme merupakan embrio dari lahirnya terorisme dan Terorisme merupakan orang atau sekelompok orang yang secara sengaja melakukan tindakan kekerasan sehingga menimbulkan rasa takut ,kengerian dan kekejaman dengan dalih untuk mengganti idiologi pancasila. Pungkasnya. Masyarakat ,aparat penegak hukum kata Ansyaad  tidak boleh takut menghadapi teroris  jika aparat takut maka tujuan mereka akan tercapai menimbulkan rasa takut”tutupnya (YT)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY