SHARE
Adds

Jakarta-Journal reportase,- Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya bersama Ditjen Bea dan Cukai berhasilDirektorat Reserse Nakorba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan sabu dan ribuan butir pil ekstasi merah muda dengan logo Hello Kitty serta ribuan pil Happy Five yang dikirim dari Jerman melalui jalur udara menggunakan jasa pengiriman barang.

Barang haram tersebut rencananya untuk persiapan malam pergantian tahun. Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan, Rabu (27/12),  mengatakan, selain ekstasi yang diamankan dari para tersangka, pihaknya juga mengamankan narkotika jenis sabu seberat 200 gram.

“Ketiga tersangka yaitu berinisial DCS alias C seorang perempuan, ABL dan SDN lelaki,” ujar Suwondo, di Polda Metro.

Suwondo menjelaskan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa adanya pengiriman ekstasi dalam jumlah besar dari German melalui kantor pos di Jakarta Utara pada Rabu (20/12) kemarin.

“Kami menangkap DCS dan ABL di halaman parkir kantor Pos tersebut dengan barang bukti 1 buah paket tang isinya ada 8 buah kotak susu merk Hero Baby Standard. Di dalam ini setelah kami buka ternyata berisikan ekstasi sebanyak 20 ribu butir dengan gambar Hello Kitty,” terangnya.

Pihaknya pun langsung memeriksa keduanya untuk mengetahui siapa yang sudah mengirimkan paket sabu itu. Dari keterangan keduanya ia dikendalikan oleh tersangka berinisial A WNA Malaysia narapidana yang masih mendekam di rutan Salemba, Jakarta Pusat.

“Kami lacak nomor hp yang menyuruh keduanya ini. Tapi kami dapatkan tersangka SDN di depan Aparteman Green Bay Pluit, Jakarta Utara dengan barang butir 166,02 gram, tujuh butir tablet Narkotika jenis ampetamin, 1 buah timbangan elektronik, tiga buah buku berisi catatan transaksi narkoba dan dua buah plastik teh Guanyinwang utuk kemasan sabu,” terangnya.

Dari jumlah 20 ribu butir ekstasi ini nantinya akan kembali dikemas menjadi beberapa bungkus yang berisi dari 200 butir hingga 500 butir per bungkus sesuai pesanan. “Jadi ada 15 pemesan. Satu butir Rp 400 ribu jadi kalau ini dijual ecer sekitar Rp32 miliar,” jelasnya.

Ketiganya dikenakan pasal 114 dan 112 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara. [red]

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY