SHARE

Jakarta-Journal Reportase,-  Satuan Penerbitan Administrasi (Satpas) SIM Daan Mogot terus meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik. Salah satunya dengan memasang spanduk yang berisi informasi mekanisme pembuatan SIM.

“Upayanya adalah dengan memperketat pengawasan untuk mengantisipasi pungutan liar (pungli) oknum petugas kepada pemohon SIM,” kata Kepala Seksi SIM Daan Mogot Kompol Fahri Anggia Batuan Siregar pada wartawan di Jakarta Rabu, 10 Januari 2018.

Menurut Fahri, pihaknya sudah membentuk tim khusus dan menyiagakan personel provost untuk mengawasi pelaksanaan pelayanan yang bebas pungli di kantor Pelayanan Satpas Sim Daan Mogot.

Meski demikian tambah Fahri, faktor kenyamanan tetap menjadi prioritas.

“Oleh karena itu kami sudah menyediakan beragam fasilitas seperti, portal/website khusus bagi pemohon SIM yang isinya soal-soal latihan sebelum mengikuti ujian teori, Pojok Baca, internet corner, e-baca, ruang laktasi (menyusui) dan taman bermain anak,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menjelaskan alur mekanisme atau prosedur tentang proses pembuatan atau pelayanan SIM yang lebih jelas dan informatif. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari praktek percaloan.

Beragam fasilitas pada satu titik mempermudahkan kita untuk melakukan pengawasan, di samping itu keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat adalah yang utama.

Ia menegaskan, jika sistem yang dibangun sekarang sangat transparan. Ia juga menampik anggapan jika di SIM Daan Mogot marak aksi pungli.

“Kami transparan, monggo dicek. Soal biaya silahkan tanya langsung ke kami atau ke petugas bank BRI. Jadi, salah, jika ada anggapan saya mengijinkan aksi pungli apalagi sampai membekingi. Itu salah besar!,” tegasnya.

Pihaknya juga membuka layanan pengaduan apabila masyarakat menemukan adanya praktek percaloan dan pungli di Satpas SIM Daan Mogot.

“Laporkan ke saya jika ada temuan aksi percaloan dan pungli oleh oknum petugas kami,” pungkasnya. (YT)

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY