SHARE

Jakarta-JournalReportase,- Pelayanan prima penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) terus dilakukan.  Hal it dilakukan untuk  memberikan rasa nyaman dan mengurangi lamanya  dalam mengurus SIM.

kartui-sim-2016

Selain rasa nyaman yang dirasakan pemohon  SIM, juga bertujuan memberantas calo-calo yang menawarkan jasa pembuatan  SIM .  Pantaun Journal Reportase  kini pengurusan SIM   baru dan perpanjang  pemohon diberikan  kartu pengenal oleh petugas dipintu masuk dan pengantar dipersilahkan menunggu dikursi yang disediakan oleh petugas dipelataran  luar gedung. Sebelum masuk pemohon diminta memegang bukti surat dari  hasil kesehatan mata dan selanjutnya  mengurus  pembayaran lewat Bank  BRI  dan asuransi diloket-loket yang berada di dalam.

Selain itu pemasangan CCTV sangat efektif  memantau para calo yang berkeliaran di area parkir dan pelataran gedung.  Sehinga sangat sulit  ruang mereka untuk menawarkan jasa kepada pemohon penerbitan SIM. Terbukti  pada tahun 2016  sudah  puluhan  calo yang ditangkap oleg petugas.   Satpas SIM juga memberikan kemudahan untuk mereka yang hendak mengikuti ujian teori, salah satunya menempelkan materi ujian dipapan  yang berdiri tegak disekitar dalam gedung.

Menerbitkan SIM Baru Secara Online

agung

Mei lalu tahun 2016 ada rencana  Korps Lalu Lintas Polri menggagas penerbitan SIM baru secara “online”. Langkah ini untuk menekan praktik calo atau pungutan liar di Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) SIM.

“Kami juga sudah melakukan terobosan SIM online. Jadi pembayaran tidak bersentuhan langsung dengan petugas,” kata Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto Jakarta, beberapa waktu lalu.

Masyarakat yang hendak membuat SIM baru bisa membayar lewat anjungan tunai mandiri (ATM), tidak perlu lagi membayar tunai ke petugas. Setelah pembayaran, maka ia akan mendapatkan nomor registrasi. Nomor registrasi itu dibawa untuk dipindai di Satpas SIM.

“Baru mengikuti ujian hingga selesai,” kata Agung.

Tahun ini, pembuatan SIM online diharapkan terwujud di 13 kota. Langkah yang ditempuh lainnya oleh Korlantas Polri dalam menghilangkan praktik calo yakni sistem first in first out atau disingkat FIFO. Tak ada masyarakat yang bisa masuk Satpas, kecuali hendak membuat atau memperpanjang SIM. [red]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY