SHARE
Adds

Minahasa-Journal Reportase,- Sesuai visi dan misi pemerintah kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara, yaitu mensejahterahkan kehidupan para petani untuk menjadikan “masyarakat yang mandiri, hebat dan terdepan” sehingga, kabupaten yang belum lama dimekarkan ke depan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lainnya di Indonesia yang komoditi jagungnya sudah lebih dulu berjalan.
Dengan visi dan misi itulah, Pemkab Minsel yang dipimpin seorang wanita yang cukup cakap , cerdas, dan tanggap apa yang menjadi kesulitan para petani, Christiany Eugenia Paruntu, SE Bupati Minahasa Selatan tidak segan-segan turun langsung ke lapangan guna melihat sejauh mana para petani menggarap lahannya secara baik, dan benar. Kalaupun memang ada kendalanya, cepat dicarikan solusinya oleh orang nomor satu di Minsel beserta jajaran terkait ikut serta turun tangan.
Christin panggilan akrab Chrsitiany Eugenia Paruntu Bupati Minsel wanita, menurut Frans Tilaar Kepala Dinas Pertanian Pemkab Minsel mengatakan, beliau seorang pekerja keras, yang sangat konsen terhadap pertanian, termasuk kehidupan para petani yang memang matapencahariannya sebagaian besar adalah bertanam atau bertani.
Melalui Kadis Pertanian Pemkab Minsel dalam acara seminar yang bertajuk “Rembuk Jagung Nasional 2017” merupakan momentum yang pas dan tepat guna merumuskan secara jitu untuk pencapain swasembada jagung sebagaimana keinginan pemerintah , bahwa jagung adalah salah komoditi pangan yang tidak kalah pentingnya bagi perekonominan rakyat dalam hal ini petani, penghasilannya bisa lebih meningkat dari Rp.616.000/bulan menjadi Rp. 1.500.000/bulan sebagaimana disampaikan Siswono Yudhohusodo selaku Ketua PKPS (Pusat Kajian Pangan Strategis) dalam seminar tersebut..
Penduduk Minsel 80 persen lebih adalah petani, sedangkan 20 persen sisanya pekerja kantoran (PNS), guru, dan swasta. Menurut Frans, dua faktor utama yang menjadi skala prioritas Kab. Minsel, yaitu memamfaatkan potensi yang ada, pertama adalah sumber daya alam (SDA),termasuk lahan pertaian yang luas arealnya kira-kira 30.000 hektar, barulah disiapkan lahan kebun kelapa 48.000 hektar. Kedua, adalah sumber daya manusia (SDM)
Dari 48.000 hektar itu pohan kelapa, ada lebih dari 60-70 persen itu umur tanaman ada yang sudah 60 tahun keatas, jadi sangat memungkinkan untuk bisa dikembangkan dengan tanaman jagung. Produksi kelapa meningkat karena bersih lahannya, baru bisa tanam jagung. Sekarang ini sudah dilakukan oleh petani-petani di Minsel, sehingga tahun sebelumnya hanya 18.000 hektar sekarang ini ditingkatkan menjadi 51.671 hektar di tahun 2017.
“Kita harapkan masih ada penambahan lahan hingga Desember tahun ini 2017 target 51.671 hektar, sesungguhnya sudah kita capai dengan adanya satu musim tanam ini, penambahan lahan minimal 15.000 hingga 20,000 hektar , sehingga sampai pada akhir Desember kita harapkan bisa mnencapai 65.000 hingga 70.000 hektar lahan bisa kita capai, mudah-mudahan demikian, “ pungkas Frans Tilaar Kadis Pertanian Pemkab Minahasa Selatan menyikapi apa yang menjadi keinginan pemerintah mewujudkan Swasembada Jagung Nasional dalam seminar yang digelar di Jakarta Desain Center (JDC) Jakarta, Rabu (20/09).. ( Untung Sugainto)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY