SHARE

Journalreportase.com, Komedian dan penyanyi asal Jepang, Pikotaro, kembali mendatangi Indonesia. Kali ini, kedatangan lelaki bernama asli Kazuhito Kosaka tersebut untuk menjadi juri kompetisi ‘Karada Dance’ yang digelar oleh WakuWaku Japan.

Karada Dance sendiri merupakan bagian dari program original yang sedang tayang di WakuWaku JAPAN yaitu Asonde Manabu Nihongo a Japan atau Let’s Enjoy! Play and Learn Japanese. Lewat kompetisi ini publik diajak untuk belajar bahasa Jepang dengan cara menari dan menyanyi sambil mengingat nama-nama anggota tubuh.

Pikotaro menjadi juri dari delapan kontestan yang sudah lebih dahulu disaring dari babak sebelumnya. Sebagai ketua juri, Pikotaro menitikberatkan penilaian kepada ekspresi dan bagaimana kontestan bisa menikmati aksi panggungnya.

“Peserta kebanyakan anak kecil. Bagi saya, yang penting bukan soal bagaimana dia (peserta) menari. Tapi tentang seberapa bahagianya peserta saat menari. Poin penjurian saya adalah bagaimana mereka menikmati saat menari,” kata Pikotaro ditemui di Global Islamic School, Condet, Jakarta Timur, belum lama ini.

Sebelum melihat aksi kedelapan peserta, Pikotaro lebih dahulu tampil membawakan PPAP, lagu unik yang sempat viral pada 2016 lalu. Penyanyi yang kerap memakai kostum warna kuning dan gold itu sempat mengubah lirik PPAP dalam bahasa Indonesia dan Jepang.

“I have Indo I have nesia, I have Indonesia. I have Ja I have Pan, I have Japan. Best friend,” lantun Pikotaro disambut meriah penonton yang kebanyakan anak-anak.

Dari kedelapan peserta, kontestan bernama Hana dan Taki asal kota kembang, Bandung, Jawa Barat, berhasil memenangkan hati Pikotaro dengan aksi panggung yang energik dan ceria. Sebagai pemenang, keduanya berhak mendapat tiket pulang pergi Jakarta Jepang dari WakuWaku Japan.

Pikotaro mengaku merasa senang melihat aksi panggung para kontestan, terutama anak-anak kecil. Menurut Pikotaro, gaya anak-anak yang tulus, polos, dan pure di atas panggung mampu membawa tawa kepada para penonton dan dirinya sendiri.

“Senang sekali melihat anak-anak kecil yang tampil dengan senyum di wajahnya. Anak-anak adalah masa depan kita,” kata Pikotaro.

Disela-sela kesibukannya kemarin, Pikotaro mengaku kalau saat in adalah kedatangannya untuk kali kedua, setelah tahun lalu juga sempat berkunjung. Kembali menginjakkan kaki di Jakarta, Pikotaro mengeluhkan hal yang sama, yakni suhu panas Ibu Kota.

“Tahun lalu saya ke sini. Sekarang lagi. Jakarta tetap panas ya,” kata Pikotaro singkat saat hadir untuk menjadi ketua juri kontes Karada Dance persembahan WakuWaku Japan.

Walau mengeluhkan panasnya Jakarta, namun Pikotaro merasa senang bisa kembali menginjakkan kakinya ke Indonesia. Lelaki 44 tahun tersebut mengaku senang melihat antusiasme warga Jakarta yang selalu menyambut kedatangannya.

“Dibandingkan tahun lalu, tahun ini (sambutannya) lebih meriah. Kalau tahun lalu, orang-orang masih yang, ‘Ini siapa ya? Orang langka banget,‘ Sesuatu yang jarang. Tapi kedatangan kali ini sambutannya, ‘Wah, datang lagi ya,'” katanya.

Bagi Pikotaro, Indonesia sangat spesial. Apalagi setelah dia ditunjuk menjadi PR Ambassador, WakuWaku Japan dan berperan dalam memperkuat hubungan persahabatan kedua negara melalui dunia hiburan. Seperti diketahui, hubungan bilateral Indonesia dan Jepang telah menginjak usia 60 tahun tahun ini.

“Kemarin, saya menghadiri perayaan 6 dekade hubungan bilateral Indonesia dan Jepang. Acara itu ramai sekali,” tutur pemilik nama asli Kazuhito Kosaka tersebut.

Dalam pesta perayaan 60 tahun hubungan Indonesia dan Jepang yang digelar di kawasan Kota Tua pada Jumat (19/1) kemarin, Pikotaro juga membawakan lagu PPAP dengan sedikit mengubah lirik. Penampilan yang sama ditampilkannya saat menjadi juri di Karada Dance pada hari ini.

“I have Indo i have nesia, i have Indonesia. I have Ja, i have Pan, i have Japan. Best friend,” nyanyi suami Hitomi Yasueda tersebut.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY