SHARE

JournalReportase.com, Mantan aktris cilik Dhea Anissa atau yang biasa dikenal dengan Dhea Imut, kehilangan kamera profesionalnya bermerk Canon C 500 seharga Rp 229 Juta ketika dikirimkan oleh pamannya, Diad, ke Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Kamera  tersebut diketahui hilang setelah dirinya mengirim kamera tersebut melalui jasa DHL, sebuah jasa pengiriman barang skala internasional.

Namun hingga saat ini, kamera pun juga tidak diketahui kabarnya, yang diduga dihilangkan oleh DHL.

“Jadi sebenernya mama yang nyuruh om aku (Diad) untuk ngirim kamera tersebut. Tapi ternyata Om Diad menyuruh orang lagi dan aku tidak tahu. Baru tahu di dalam persidangan,” ucap Dhea usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/4) siang.

Dhea menjelaskan bahwa kamera yang ia kirimkan ditujukan kepada Toto dan Suhadi, karena ingin melihat kamera profesional tersebut, sebelum resmi dibayarkan.

“Memang dalam pengiriman ditujukan kepada Totok dan Suhadi. Alamatnya sudah tertera lengkap. Tapi kenapa barang itu malah diambil orang di kantor DHL, harusnya kan dikirim ke alamat yang sudah lengkap itu,” kisah Dhea.

Kuasa hukum Dhea, Henry Indraguna menganggap bahwa perilaku DHL lucu, dikarenakan yang mengambil barang Dhea di DHL, merupakan satu nama yakni Suhadi dan Toto.

“Lucunya buat kami dan anehnya lagi, yang mengambil barang tersebut Suhadi Toto, terbalik jadinya kan Totonya pake K lagi, itu kan sudah berbeda, harusnya kalau identitasnya tidak sama atau diragukan, pihak DHL semestinya memberitahukan pihak Dhea ketika ada orang yang mengambil kamera tersebut, bukan mengambil langkah sendiri.” Ujar Henry Indraguna.

“Apakah betul ada seseorang yang mau mengambil kamera tersebut. Atas nama yang bersangkutan, apa sulitnya untuk mengubungi, toh juga kontak whatsapp gratis, foto juga gratis, apa susahnya menghubungi, mengkonfirmasi langsung kepada pengirim atau penerima, apakah betul barang ini mau diambil di kantor DHL di Malang, dengan orang tersebut,” kisah Henry melanjutkan.

Pihaknya juga sudah menghunbungi DHL untuk meminta itikad baik, dengan mengembalikan atau mengganti kamera milik Dhea.

“Karena memang ada kebutuhan. Kalau tidak hilang, kamera nya itu mau saya pakai buat syuting film. Saya sih cuma ingin kamera saya balik atau diganti.”  harap Dhea.

Kuasa hukum Dhea, Henry Indraguna menegaskan bahwa tidak ada itikad baik dari pihak DHL selama proses hukum berlanjut baik di kepolisian hingga ke persidangan.

“Sampai saat ini ngga ada itikad baik yang kami lihat. Karena mereka (DHL) ngga ada pergantian uang atau apa, itu tidak ada sama sekali. Bahkan barang tersebut dikirimkan ada asuransinya ya, asuransinya tidak ada sama sekali, dengan alasan apa kami juga ngga tahu,” kata Henry Indraguna.

Kendati sudah menjalani mediasi dengan DHL, namun belum ada titik temu di antara pihak Dhea dan DHL.

“Kita sudah ada mediasi di kantor mereka (DHL) dan di dalam persidangan, tapi tetap deadlock juga,” ungkapnya.

Henry melanjutkan bahwa Dhea dan keluarga hanya meminta ganti rugi dengan menggunakan asuransi pengiriman, yang sudah menjadi aturan yang ada di dalam pengiriman DHL.

“Kami juga tidak tahu yah kenapa tidak bisa ganti rugi sampai saat ini. Karena pihak DHL juga belum ada itikad baiknya untuk mengasuransikan kamera Dhea itu,” sambung Henry Indraguna.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY