SHARE

jrFauzan Rachmansyah pemilik PT. Kalimilk Indonesia dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Sukron Hadi Wijaya terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang sebesar 10 Miliar rupiah Senin (20/2) malam.

“Iya kami datang ke Kantor Bareskrim untuk melaporkan pemilik PT. Kalimilk, yang telah menggelapkan uang klien saya sebesar 10 miliar rupiah,” ujar Henry selaku kuasa hukum Sukron Hadi Wijaya di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/2) malam.

Laporan tersebut diterima oleh Bareskrim Polri dengan nomor polisi LP: /189/II/2017/Bareskrim tanggal 20 Februari 2017.

Menurut Henry, kejadian ini berawal sejak tahun 2013 lalu, dimana Fauzan mendatangi keluarga Sukron yang terletak di jalan Jembatan Merah Perayan Kulon Sleman, Yogyakarta.

Fauzan mengajak Hadi untuk bergabung pada perusahaan yang sedang dipimpinnya saat itu.

“Dengan kata-kata manisnya serta sikap yang baik seperti orang yang taat beragama, sehingga kami menyetujui investasi sebesar 10 Miliar dengan tujuan mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 400 juta perbulan, sesuai yang dijanjikan Fauzan kepada kami,” tambah Henry.

“Namun dipertengahan jalan kata Hadi, Fauzan tidak menempati janjinya, dan lebih memilih menghindarkan darinya, ketika kami menghubunginya untuk menanyakan tentang uang sebanyak Rp10 miliar tersebut”, tegas Henry

Henry mengatakan pihaknya sudah melakukan somasi terhadap Fauzan. Namun, setelah 3×24 jam memberi waktu kepada Fauzan tidak menghiraukan. Akhirnya Fauzan, kami laporkan atas kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri, setelah mendengar kabar bahwa Fauzan telah meninggalkan Yogja dan memilih untuk tinggal di Jakarta.

Berdasarkan nomor pelaporan tersebut, pelaku dijerat pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan Uang dengan ancaman pidana penjara maksial empat tahun penjara.

“Dengan harapan kejadian ini tidak akan terulang kembali kepada korban yang lain selain klien kami ini, semuanya kami percayakan sepenuhnya kepada Polisi atas kasus ini,” pungkas Henry.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY