SHARE

JournalReportase.com, Selain berkarir di musik, tahun ini Dyah Ayu Lestari juga mulai serius berkecimpung di bisnis talent profesional di bawah naungan manajemen DMI. Dimana Dyah juga bertindak sebagai salah satu pengajar dalam hal Attitude, Personal Branding dan Communication.

Sebagai pimpinan di DMI, Dyah juga bercita-cita untuk menampung talent profesional yang punya attitude baik, disiplin dan on time dalam menjalankan karir di dunia hiburan, baik itu di musik maupun modeling dan akting.Bahkan dalam waktu dekat ini sekira bulan Juli nanti Diah kembali akan melakukan seleksi musim ketiga pada talent yang ingin bergabung pada DMI.

“syaratnya goodlooking dan proporsional. Menguasai bahasa asing itu nilai lebih. Bisa maen musik (instrument),” kata gadis yang kerap disapa Dede ini, ketika ditemui di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, usai acara syukuran ulangtahun DMI sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim piatu.

“di DMI kita akan ajarkan mereka (talent) bagaimana jadi public figure yang punya citra positif. Apalagi mereka kan representatif dari DMI di dunia entertainment nantinya. Kedepan kita (DMI) juga akan re-branding logo. Di tahun ketiga DMI ini saya akan buat logo yang fresh dan millenial looks juga,” sambungnya.Selain sedang disibukkan mengurus bisnis manajemennya, dalam waktu dekat ini Dyah Ayu Lestari juga kembali akan menjalani shownya dengan membawakan lagu-lagu tradisional.

Kali ini, dua negara di Afrika jadi tujuan penyanyi yang pernah mendapat nomine AMI Awards untuk Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik ini.

“Bulan Mei ini dapat undangan dari Dubes Indonesia di Mesir dan Sudan untuk membawakan lagu-lagu tradisional. Saya nyanyi di Kairo, Mesir dan Sudan dari tanggal 23-31 Mei. Nggak full band sih, tapi ada penari tradisionalnya,” katanya.Penyanyi yang akrab disapa Dede ini sudah menyiapkan sejumlah lagu-lagu tradisonal dan religi yang akan dibawakan di dua negeri di kawasan Afrika nanti.

“Kenapa ada lagu religi, soalnya disana itu kan pas lagi Ramadhan. Lagu tradisionalnya salah satunya, Cik-Cik Priuk dan Paris Barantai yang masuk di album ‘Ethnic Jazz’ kemarin,” ucap Dede.

Tak hanya di dua negara Afrika tersebut. Di Agustus 2018, Dede juga akan menyambangi sebuah festival menyanyi di Ukraina.

“Saya juga ada di undang dengan full band plus additional player, Bang Sahat. Seneng banget diberi kesempatan nyanyi lagu tradisional di negara orang. Kita bisa menyampaikan budaya kita disana,” ucapnya.

Seperti diketahui Dyah Ayu Lestari meraih sukses sebagai penyanyi muda di jalur musik jazz. Dia sudah merasakan manggung beberapa negara, seperti pergelaran Tong Tong Fair’ 2012 di Belanda, dan Lanpartie Schloss Buckerburg, di Hannover German.

Dyah juga sudah menuntaskan album Jazz Etnik tetap dengan membawakan lagu-lagu tradisional seperti, Manuk Dadali (Sunda/Jawa Barat), Suwe Ora Jamu, Cublak2 Suweng (Jawa Tengah), Poco-poco (Sumatera Utara), Jali – Jali, Ondel – ondel (Betawi) “Ramai-Ramai” dan lainnya.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY