SHARE

Seragam dan viral pemberitaan tentang diusirnya Djarot pasangan calon wakil gubernur DKI di media mainstream nasional. Pemberitaan “diusirnya” Djarot ternyata mendapat sorotan beragam dari para netizen, mengingat hari pencoblosan yang sudah semakin dekat.

Adalah para jamaah masjid atau pihak pengurus Masjid Al Atiq m yang terletak tepat di sisi Sungai Ciliwung itu. Karena mereka ada disana dan bisa diminta klarifikasi, pemberitaan media-media nasional yang menurut mereka sangat tendensius tanpa penyaringan.

Selama ini pihak DKM Masjid Al Atiq selalu menghormati kedatangan tamu dan menjamu mereka dengan baik, apa lagi pejabat.

Senada dengan klarifikasi tersebut, berikut pernyataan resmi KAPOLRES Jakarta Selatan terkait “diusirnya” Djarot :

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, dia telah mengklarifikasi kepada pihak Djarot dan aksi penolakan itu tidak ada.

“Itu cer‎itanya pak Djarot melaksanakan salat, dan tidak ada ada masalah. Sampai selesai juga tidak ada masalah. Dan tidak ada spanduk penolakan itu, tidak ada. Ya kan, anggota kan ada di sana,” kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (14/4).

Di masjid itu juga kata dia tidak ada yang namanya penolakan terhadap calon wakil gubenur nomor urut dua itu. “Cuma pada saat selesai, pada saat pulang, beliau disalamin oleh masyarakat. Didoorstop juga sama wartawan. Nah, dari dalam masjid ada yang teriak teriak, ‘pilih nomor 3 pilih nomor 3’. Itu aja yang ada di lapangan,” bebernya.
“Kalau untuk sholat Jumat silakan. Tapi kami tolak jika mau kampanye dengan membawa timses dan wartawan,” ujar salah seorang pengurus DKM Masjid Al Atiq Andhika Irhamy.

“Wilayah dan masjid kami harus bersih dari orang-orang munafik,” tegas Andhika.

Masih terekam dalam pemberitaan 11 Maret 2017, media mainstream nasional juga seragam memberitakan “pengusiran ” paslon wakil gubernur DKI tersebut saat menghadiri undangan Pengajian Peringatan SUPERSEMAR di Mesjid Attin Jakarta. Sebagai Wakil Gubernur DKI Djarot yang mendapat pengawalan super ketat dan pelayanan exclusive selama acara berlangsung dari para lasykar Front Pembela Islam (FPI) dan jawara betawi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY