SHARE
Adds

Jakarta , Journal reportase – Tamat sudah aksi pengedar dan penyuplai narkoba di tempat-tempat hiburan atau diskotik . September 2017, Sudit I Ditnarkoba Polda Metro Jaya sukses mengungkap jaringan mereka satu persatu.
Pengungkapan dan penangkapan jaringan pengedar narkoba itu, terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono diawali pada 25 September 2017. Polisi takj tinggal diam satu persatu dikembangkan. Hasilnya ditangkapnnya PAN dengan barang bukti sabu 102 gram di depan minimarket Jalan Paus Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Argo Yuwono mengatakan dari pengembangan ditangkapnya PAN, pada 17 Oktober 2017 ditangkap AL di daerah Cempaka Raya, Pondok Gede, Bekasi. “Dari tangan tersangka AL ditemukan 9,14 gram sabu dan 27 butir ekstasi,” beber Argo di Polda Metro Jaya.
Selanjutnya, dari pengembangan penangkapan PAN dan AL, ditangkap AJ di daerah Bojong Sari, Depok.”AJ ditangkap 4 November 2017, sabu 5,42 gram dan ganja 80 gram,” ucapnya.
Dari pengembangan selanjutnya ditangkap LL dengan barang bukti ketamin 5,3 gram dan 3 buah canklong. Jaringan ini tidak putus pada LL saja, kemudian ditangkap lagi AW dari hasil pengembang di daerah Pluit, Jakarta Utara, dengan barang bukti 485 ekstasi, happy five 530 butir dan sabu 3,4 gram.
“Dari hasil penangkapan AW ditemukan uang hasil penyulai barang haram ke tempat hiburan malam sebanyak Rp 125 juta, Rp 850 ribu,” tutur Argo. Kasubdit I Ditresnarkoba, AKBP Jean Calvin Simanjuntak menambahkan jaringan ini menyuplai untuk hiburan malam. “Transaksi pengiriman dan penerimaan dilakukan secara manual,” kata Calvin.Jaringan yang sudah beraksi selama 2 bulan ini, dijerat pasal 114 KUHP tentang Narkotika. [red]

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY