SHARE

Jakarta-Journal Reportase,- Direktorat  Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse  Kriminal  (Bareskrim)  Polri kembali  sukses   mengungkap  jaringan narkoba  dan  tempat produksi narkotika  di sebuah Apartemen  Green  Lake, di kawasan Sunter, Northern Tower, Sunter, Jakarta Utara.

Kamar di Lantai 16 B  di Apartemen ini menjadi target penggerebekan Polisi. Betul saja di apartemen itu   Polisi mendapati  sebagai gudang dan  laboratorium  pembuatan  narkoba jenis ekstasi klandestin  di mana bahan bakunya  didatangkan dari Myanmar.

Selain mengungkap tempat pembuatan narkotika,  Serse  Unit Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim juga,  membekuk lima tersangka, salah satunya adalah seorang Wanita bernama  Angel Monica.

Direktur  IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen  Eko Daniyanto, Rabu (20/12), menjelaskan,  jenis narkoba yang dibuat oleh tersangka  yakni  sabu, ekstasi kapsul, serbuk ekstasi, psikotropika H-5 dan ketamine.

Selanjutnya, diungkapkan Eko,  salah satu diantara  kelima tersangka  adalah perempuan  yaitu Angel,  ditangkap Satgas I Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Jimmy Agustinus di Apartemen Green Lake Sunter Tower Nothern Park lantai 21 pada Senin (18/12). Dari tersangka wanita cantik ini,  polisi menyita 1 kg sabu.  Kemudian  tak berkhenti di situ Polisi juga  membekuk  tersangka lainnya, di antaranya KL alias Cacing.  “Angel ini pacarnya  Cacing yang diangkap, Selasa (19/12),” katanya .
Diungkapkan  Eko,  Home industry ekstasi ini dikelola oleh tiga orang tersangka. Sejumlah barang bukti berupa ekstasi, sabu dan pil Happy Five hingga ketamine diamankan dari para tersangka. “Tersangka Cacing, Hans dan Bule ini yang membuat ekstasi tersebut,” terang Eko.

Sementara Angel yang tinggal satu apartemen dengan tersangka Cacing sering dimanfaatkan untuk transaksi narkotika. Angel memiliki peran sebagai kurir. “Dia dimanfaatkan oleh pacarnya itu untuk menjadi kurir,” sambung Eko. Cacing  ditangkap di Apartemen Green Lake Sunter Tower Nothern Park lantai 6.  Tersangka  lainnya HLR alias Hans, AS alis Bule, dan WT alias Willy ditangkap di apartemen yang sama di lantai 33, pada Selasa (19/12).  Namun  dari tangan  mereka tidak ditemukan barang bukti.

Eko menjelaskan para tersangka mengemas ekstasi dalam kapsul dan kemasan saset minuman saat proses produksi. Home industry ekstasi dan dikemas dengan menggunakan kapsul, saset minuman, dan lain-lain untuk mengelabui aparat penegak hukum,” jelas Eko. ” Selain itu, mereka mengemas ekstasi menggunakan kemasan teh kotak dan minuman kacang hijau untuk menyamarkan,” tandas Eko.

Sementara itu Karopenmas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menegaskan operasi tersebut menjadi komitmen Polri untuk memutus mata rantai peredaran narkotika. Polri menyasar  ke produsen narkotika, distributor dan penjual narkotika di berbagai daerah. “Ini menjadi komitmen dan kewajiban Polri untuk memberantas segala bentuk dan upaya sindikat narkotika. Terlebih menjelang tahun baru peredaran narkotika tinggi karena permintaan meningkat,” jelasnya  [rif/dtc]
 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY