SHARE
Adds

Jakarta-Journal Reportase,- Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana memimpin apel Kebhinekaan Cinta Damai, di halaman Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (15/11).

apel

Kegiatan ini diikuti seluruh elemen mulai dari jajaran Pemkot Jakarta Timur, Polres Metro Jakarta Timur, Kodim 0505 Jakarta Timur, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lembaga kemasyarakatan di Jakarta Timur.

” Apel ini merupakan perintah dari pimpinan yang dilaksanakan serentak di lima wilayah DKI Jakarta pada hari ini” Tampak hadir pada apel ini Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Agung Budiono, perwakilan Kodim 0505 Jakarta Timur, Wakil Walikota Jakarta Timur Husein Murad, Sekretaris Kota Jakarta Timur Jayadi, para Camat dan Lurah se-Jakarta Timur. Sedikitnya ada 250 orang mengikuti apel yang  bertujuan untuk menciptakan suasana kondusif dan menangkal berbagai isu yang beredar untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Apel ini merupakan perintah dari pimpinan yang dilaksanakan serentak di lima wilayah DKI Jakarta pada hari ini,” kata Walikota.Walikota berharap, seluruh elemen di masyarakat dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Terus kita jaga kerukunan antar umat beragama, kita harus menyatu untuk membangun bangsa ini dan bangsa ini harus utuh,” pesannya.

Menurutnya, saat ini kondisi di wilayah Jakarta Timur masih kondusif. Namun dirinya tidak mau kecolongan, sehingga memerintahkan para Camat dan Lurah untuk menggiatkan kembali Siskamling malam hari hingga berakhirnya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi DKI Jakarta, tahun 2017 mendatang.

“Saya mengarahkan kepada Lurah dan Camat mulai nanti malam dilakukan Siskamling sampai selesai Pilkada, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ucapnya.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Agung Budiono mengatakan, kesadaran warga Jakarta Timur sejauh ini masih bagus, terkait dinamika yang berkembang belakangan ini. Menurut Kapolres, masyarakat menyerahkan segala permasalahan pada proses hukum dan menghormati hal itu.

Timbulnya kasus bom di Kalimantan menurutnya, dijadikan momentum bagi masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan, serta saling hormat-menghormati kepada sesama. “Jangan terpengaruh isu di medsos hanya dari oknum yang ingin mengambil keuntungan dan setiap pelanggaran ada standar hukum yang mengatur nantinya. Walaupun bagaimanapun kita satu darah, satu bangsa dan bersaudara jadi tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. [red]

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY